Maret 24, 2026

Kades Pamekaran H.Ahmad Kholil Hadiri “Halal Bihalal Pemuda Pemudi Jungklang” 1447H-2026

Karawang, Jawa Barat – Halal bihalal,sebuah tradisi unik yang hanya ditemukan di Indonesia bukan sekedar rangkaian acara formalitas melainkan sebuah manifestasi dari nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Istilah ini tidak ditemukan di negara-negara Arab atau negara Muslim lainnya. Secara bahasa, ‘halal bihalal’ berasal dari kata Arab ‘halla’ yang berarti ‘menyelesaikan masalah’ atau ‘mencairkan kekakuan’.

Acara Halal Bihalal di gelar di lapangan Dsn Jungklang,Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari,Minggu 22 Maret 2026 di prakarsai oleh pemuda pemudi Jungklang.Halal bihalal merupakan acara silaturahmi yang bertujuan untuk saling bermaaf-maafan, mempererat tali persaudaraan, dan menghilangkan rasa dendam atau permusuhan serta kebersamaan.

Dalam sambutannya Kades Pamekaran H.Ahmad Kholil menjelaskan, Saat ini halal bihalal tidak hanya dilakukan dalam lingkup keluarga, tetapi juga di berbagai instansi, komunitas, bahkan sekolah dan kampus. Dalam pelaksanaannya, halal bihalal biasanya diisi dengan kegiatan saling berjabat tangan, saling bermaafan, ramah tamah, serta jamuan makan bersama. Di beberapa daerah, tradisi ini juga disertai dengan acara keagamaan seperti ceramah atau doa bersama. Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, memperbaiki hubungan yang mungkin renggang, dan memperkuat solidaritas sosial.”Ungkap H.Ahmad Kholil.

Kades Pamekaran juga mengucapkan,”Minal Aidin Walfaidzin , Mohon maaf lahir dan batin untuk kami beserta sekeluarga dan juga semua Pemdes Pamekaran pada khususnya kepada masyarakat Pamekaran”. Beliau juga menambahkan, Banyak manfaat yang didapatkan ketika melakukan halalbihalal. Antara lain ,Mempererat tali persaudaraan, dengan melakukan halalbihalal, maka akan membantu untuk mempererat tali silaturahmi kembali. Serta mempererat kasih sayang, Hal ini sebagai bentuk untuk mempererat hubungan untuk selalu harmonis dan memaafkan kesalahan yang sebelumnya pernah terjadi.”Ungkap Kades.

Jurnalis: Rochman

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *